Kemenag Lumajang Aktif dalam Penanggulangan GAKI dengan Program MELEK GARAM
Lumajang (humas) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Lumajang, Achmad Faisol Syaifullah, menghadiri acara penyerahan dokumen peta jalan (road map) penanggulangan gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI) di Kabupaten Lumajang. Acara yang diselenggarakan di ruang CC Room Dinas Kominfo Pemda Lumajang ini menandai langkah penting pemerintah daerah dalam mengatasi dampak serius dari kekurangan iodium.selasa (05/11/2024)



Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, yang juga hadir dalam kesempatan ini, menyampaikan bahwa peta jalan tersebut bukan sekadar arsip, tetapi panduan aksi nyata. “Terbitnya peta jalan ini bukan hanya menjadi arsip tapi sebagai modul untuk melakukan aksi,” ujarnya. Agus menegaskan pentingnya kolaborasi antara ketua tim GAKI dan OPD terkait dalam perencanaan dan penganggaran agar program ini bisa berjalan lancar dan berkelanjutan. Dampak dari kekurangan iodium sendiri sangat signifikan, di antaranya menyebabkan stunting, gangguan pendidikan, masalah kesehatan, hingga risiko kematian.
Kepala Kemenag Lumajang, Achmad Faisol Syaifullah, dalam sambutannya mengutarakan komitmen jangka pendek, menengah, dan panjang yang akan dilakukan Kemenag dalam mendukung peta jalan ini. Salah satu usulan yang disampaikan adalah pentingnya pembentukan Person in Charge (PIC) yang akan terjun langsung dan menjalankan program secara berkelanjutan. Ia juga menyarankan penerapan label di kantin dan fasilitas umum lainnya untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya konsumsi garam beryodium.
Kemenag Lumajang turut berperan dalam gugus tugas KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) bersama Dinas Kominfo, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan P2KB. Melalui program MELEK GARAM, Kemenag secara aktif melakukan sosialisasi mengenai GAKI ke berbagai lapisan masyarakat. Beberapa kegiatan sosialisasi yang dilakukan dalam program ini antara lain:
- Penyuluhan tentang GAKI melalui Asosiasi Penyuluh Agama Islam (APRI) ke kantin, kegiatan bimbingan perkawinan (Binwin), dan kegiatan lainnya.
- Penyuluhan tentang GAKI melalui majelis taklim untuk meningkatkan pemahaman di kalangan masyarakat.
- Sosialisasi dan pemeriksaan garam di Dharma Wanita Persatuan guna memastikan kesadaran akan pentingnya garam beryodium.
- Pemeriksaan garam dan edukasi tentang GAKI di sekolah-sekolah di bawah naungan Kemenag.
- Sosialisasi dan pemeriksaan garam di dapur-dapur pondok pesantren untuk menjaga kesehatan santri.
Dengan adanya program MELEK GARAM ini, Achmad Faisol berharap kesadaran masyarakat akan bahaya kekurangan iodium bisa meningkat dan risiko kesehatan yang diakibatkannya dapat ditekan. Langkah-langkah yang dijalankan Kemenag Lumajang ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam penanggulangan GAKI di Kabupaten Lumajang, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan generasi sehat dan cerdas.(IJ)