
Lumajang (Humas) – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Lumajang menggelar acara Bincang Pendidikan bertajuk “Resiliensi Pendidikan dalam Menghadapi Tantangan di Era Disrupsi”. Kegiatan yang mempertemukan para pemangku kebijakan pendidikan ini berlangsung di Hall Hotel Prima Lumajang pada Kamis (12/2/2026).
Acara ini menghadirkan tiga narasumber utama yang berkompeten di bidangnya, yakni:
* Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang, yang menyoroti penguatan karakter di lingkungan madrasah.
* Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lumajang, yang membahas nilai-nilai religiusitas sebagai fondasi ketahanan mental pendidik.
* Ketua PGRI Lumajang, yang memaparkan strategi adaptasi guru terhadap teknologi digital.
Dalam paparannya, Kepala Kemenag Achmad Faisol Syaifullah menekankan bahwa resiliensi atau daya tahan pendidikan bukan sekadar bertahan, melainkan kemampuan untuk terus berinovasi di tengah ketidakpastian zaman. “Dunia pendidikan saat ini dituntut untuk tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga tangguh dalam menghadapi perubahan teknologi yang begitu cepat,” ujarnya.
Selain sesi diskusi, acara ini juga menjadi momentum spesial bagi para pemenang lomba yang sebelumnya telah diselenggarakan oleh LP Ma’arif NU Lumajang. Panitia secara resmi menyerahkan penghargaan dan trofi kepada para juara sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi mereka di berbagai bidang kompetensi.
Ketua LP Ma’arif NU Lumajang, Alfian, berharap melalui bincang pendidikan ini, para guru dan pengelola lembaga pendidikan di bawah naungan NU semakin siap dan solid dalam mengawal kualitas pendidikan di Kabupaten Lumajang.(AG/IJ)