
Lumajang (Kemenag) — Bumi Tilawah binaan Penyuluh Agama Islam menggelar pengajian umum dan santunan anak yatim dalam rangka memperingati milad ke-4 berdirinya lembaga tersebut. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Kamis (2/4/2026).
Acara ini dihadiri oleh Pembina Muhammad muslim yang juga Kepala Kankemenag Kota Surabaya,Kepala Kankemenag Lumajang dan para pejabat serta Kepala KUA Kecamatan Sukodono, Padang, dan Tekung, serta 15 kepala sekolah tingkat SD dan SMP. Turut hadir pula para guru ngaji, penyuluh agama, serta santri binaan Bumi Tilawah.
Ketua Bumi Tilawah, Sulthon Abd Rohim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejak berdiri, Bumi Tilawah terus berupaya mencetak generasi Qur’ani melalui pembinaan yang berkelanjutan. Ia mengungkapkan bahwa saat ini Bumi Tilawah telah bermitra dengan 22 lembaga yang tersebar di wilayah Lumajang, termasuk Gucialit, Sumbersuko, dan Sukodono.
“Alhamdulillah, berbagai prestasi telah diraih oleh anak-anak binaan kami. Meski tidak semua dapat disebutkan, capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi santri lain untuk terus berprestasi,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini terdapat 126 guru aktif yang membina santri di delapan cabang Bumi Tilawah. Santunan kepada anak yatim yang diberikan pada kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial lembaga terhadap sesama.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Achmad Faisol Syaifullah, dalam sambutannya mengapresiasi eksistensi Bumi Tilawah yang telah mencapai usia keempat dengan berbagai capaian positif.
“Milad ke-4 ini tentu penuh perjuangan. Namun dengan niat dan tekad yang kuat, Bumi Tilawah mampu terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa profesi guru ngaji merupakan pekerjaan yang sangat mulia, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Khoirukum man ta’allamal Qur’an wa ‘allamahu” (sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya).
“Guru ngaji harus bangga dengan profesinya. Mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai prioritas utama dalam kehidupan. Siapa yang menjaga Al-Qur’an, maka Allah akan menjaganya,” tambahnya.
Kegiatan pengajian umum ini diisi dengan tausiyah keagamaan serta penampilan santri Bumi Tilawah. Acara ditutup dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan doa bersama dengan harapan seluruh peserta dapat menjadi bagian dari generasi ahli Al-Qur’an.(IJ/AG)