
Lumajang (humas) — Sebuah capaian monumental kembali ditorehkan oleh Kementerian Agama Kabupaten Lumajang. Mohammad Mas’ud, Penyuluh Agama Islam dari Kecamatan Rowokangkung, berhasil meraih Juara 1 dalam Pemilihan Penyuluh Agama Islam Teladan Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 untuk kategori Penguatan Moderasi Beragama.(15/05/2025).
Ajang prestisius yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur ini diikuti oleh para penyuluh terbaik dari seluruh kabupaten/kota. Dalam kompetisi berbasis daring tersebut, Mas’ud tampil membanggakan dengan menyajikan program unggulan bertajuk KALIBER 99 (Kawasan Literasi Beragama Berbasis Pertanian Lintas Iman), sebuah terobosan kreatif dalam menyemai nilai-nilai toleransi dan inklusivitas dari akar rumput masyarakat.

Sebagai figur yang juga aktif di Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lumajang, Mohammad Mas’ud tidak hanya dikenal sebagai penyuluh, tetapi juga sebagai jembatan damai yang membina dialog lintas iman, memperkuat toleransi, dan menumbuhkan semangat kebangsaan di tengah keberagaman.
Komitmennya yang luar biasa dalam membumikan moderasi beragama melalui pendekatan literasi, pertanian, budaya, dan edukasi komunitas, menjadikan sosoknya sebagai inspirasi nasional. Ia menjadi simbol dari wajah penyuluh agama yang transformatif—bukan hanya menyampaikan pesan agama, tetapi juga membangun harapan dan peradaban dari desa.
Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang Achmad Faisol Syaifullah menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi ini. “Prestasi ini bukan hanya kemenangan pribadi, melainkan cerminan dari semangat kolektif Kementerian Agama dalam menghadirkan agama sebagai rahmat bagi semesta,” ungkapnya.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi para penyuluh agama lainnya, serta memperkuat eksistensi Kemenag sebagai institusi penjaga nilai kebangsaan, penjaga harmoni, dan pelayan umat yang inklusif.
Dengan torehan ini, Lumajang tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga dengan kekuatan nilai-nilai keagamaannya yang damai dan mempersatukan. Sebuah langkah nyata dari Kemenag Lumajang untuk Indonesia yang lebih toleran, moderat, dan bermartabat.(IJ/AG)