
Lumajang (humas) Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, menjadi pusat perhatian nasional dan internasional dalam gelaran Idhul Khotmi ke-233 yang berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Ahad (25–27 Juli 2025). Sekitar 175.000 jamaah memadati kawasan tersebut dalam suasana penuh kekhidmatan, menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu pengajian tarekat terbesar di Indonesia tahun ini.
Kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh komunitas Tarekat Tijaniyah ini dihadiri oleh ulama-ulama besar dari berbagai negara, seperti Maroko, Sudan, Malaysia, dan Aljazair, termasuk cucu dari pendiri tarekat, Syekh Ahmad Tijani. Keberadaan mereka menegaskan posisi strategis Lumajang dalam jejaring spiritual dunia Islam, khususnya dalam penguatan nilai-nilai tasawuf dan dzikir.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Lumajang, melalui Kasi Pendidikan Madrasah Edi Nanang Sofyan Hadi turut hadir mewakili institusi. Kehadiran beliau merupakan bentuk dukungan dan apresiasi terhadap konsistensi komunitas tarekat dalam menghidupkan syiar Islam yang damai dan berkelanjutan.
“Idhul Khotmi ini adalah momentum penting dalam memperkuat ukhuwah islamiyah serta memupuk kecintaan umat terhadap ilmu dan dzikir. Kemenag Lumajang mendukung penuh kegiatan keagamaan semacam ini yang membawa keberkahan bagi masyarakat,” ungkap Edi Nanang.
Dalam kesempatan tersebut, Habib Idrus bin Salim turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang, khususnya kepada Bupati Lumajang Indah Amperawati atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan. Beliau menilai sinergi antara ulama dan pemerintah menjadi fondasi penting dalam memperkuat tradisi keagamaan.
Bupati Lumajang, yang akrab disapa Bunda Indah, dalam sambutannya menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi penyelenggaraan kegiatan keagamaan. “Semoga peringatan Idhul Khotmi ini membawa keberkahan, kedamaian, dan menjadi penyemangat spiritual bagi masyarakat Lumajang,” tuturnya.
Acara ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting daerah, antara lain Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Kapolres Lumajang, Kabag Kesra, Camat Yosowilangun, Kepala Desa Wotgalih, Kepala KUA Yosowilangun, serta jajaran pengurus PC NU Lumajang dan tokoh masyarakat lainnya.
Selain menjadi ajang ibadah, pengajian akbar ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Ratusan pedagang lokal meramaikan area sekitar lokasi kegiatan, yang secara langsung meningkatkan pendapatan warga dan menggeliatkan ekonomi berbasis spiritualitas.(AG/IJ)
Idhul Khotmi ke-233 bukan hanya menjadi perayaan keagamaan, namun juga simbol harmoni antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama dalam membangun Lumajang sebagai ruang spiritual yang terbuka dan inklusif.(AG/IJ)