Lumajang (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang melaksanakan apel pagi pada Senin (6/10/2025) di halaman kantor setempat. Apel rutin tersebut dipimpin oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) Sriwati dan diikuti oleh para pejabat, pengawas madrasah dan PAI , pegawai, serta mahasiswa yang tengah melaksanakan praktik kerja lapangan.
Dalam amanatnya, Sriwati menyampaikan rasa syukur atas nikmat kesehatan yang diberikan oleh Allah SWT.
“Alhamdulillah kita diberikan kesehatan, sehingga dengan sehat kita bisa melaksanakan tugas dan bekerja dengan baik,” ujarnya di hadapan peserta apel.
Lebih lanjut, Sriwati menyoroti perkembangan program wakaf di Kabupaten Lumajang yang dinilainya berjalan dengan baik. Hingga bulan Oktober ini, tercatat 513 perwakafan telah diserahkan kepada yayasan, masjid, dan mushola di berbagai wilayah.
Ia menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat tentang wakaf agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Tanah wakaf bukan milik Kemenag, tetapi milik umat yang dikelola sesuai peruntukannya. Karena itu, pemahaman tentang wakaf harus terus kita sampaikan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Sriwati juga mengajak seluruh ASN dan jajaran Kemenag untuk terus memberikan dukungan dan semangat terhadap gerakan wakaf serta kegiatan sosial lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut melaporkan bahwa saat ini terdapat 13 Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Kabupaten Lumajang, dengan 8 lembaga aktif menggalang dana untuk bantuan di Pondok Pesantren Al Ghoziny, menyusul peristiwa robohnya bangunan pondok beberapa waktu lalu.
Adapun donasi yang berhasil dihimpun oleh Kankemenag Lumajang hingga Senin (6/10/2025) mencapai Rp.23.420.000, yang akan disalurkan untuk membantu pemulihan pesantren tersebut.
Dengan semangat kebersamaan, apel pagi Kemenag Lumajang kali ini tidak hanya menjadi ajang disiplin ASN, tetapi juga momentum memperkuat komitmen sosial dan kepedulian terhadap sesama melalui gerakan zakat dan wakaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *