
Lumajang (Humas) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lumajang menggelar Lokakarya Multikultural Bagi Perempuan Lintas Agama dengan tema “Peran Perempuan Lintas Agama Sebagai Penguat Kerukunan Umat Beragama”, Sabtu (20/9/2025). Kegiatan yang berlangsung di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang ini terselenggara atas kerja sama FKUB, Pemerintah Kabupaten Lumajang, dan Kementerian Agama Kabupaten Lumajang.
Lokakarya ini menghadirkan tokoh-tokoh perempuan lintas agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Tujuannya adalah memperkuat peran strategis perempuan dalam menjaga harmoni dan toleransi di tengah masyarakat.
Ketua FKUB Lumajang, Asir selaku narasumber pertama menegaskan bahwa moderasi beragama bukanlah mencampuradukkan akidah, melainkan memperkuat keyakinan masing-masing umat beragama dengan tetap menjunjung tinggi sikap toleransi, penghargaan, dan penghormatan terhadap agama lain.
Sementara itu, mewakili Kepala Kantor Kemenag Lumajang, Edy Sumianto selaku penyuluh Agama Hindu menekankan pentingnya peran perempuan sebagai guru pertama dalam keluarga. “Perempuan memiliki posisi strategis untuk menanamkan nilai-nilai cinta kemanusiaan, toleransi, serta penghargaan terhadap perbedaan sejak dini,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, peserta sepakat bahwa perempuan berperan penting sebagai agen perdamaian, penengah konflik, dan penggerak dialog lintas iman. Mereka juga menekankan bahwa nilai kasih sayang, kepedulian, serta keteladanan perempuan merupakan fondasi kokoh dalam mempererat kerukunan antarumat beragama.
Melalui lokakarya ini, diharapkan terbentuk jejaring perempuan lintas agama yang aktif mendorong moderasi beragama, membangun komunikasi inklusif, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.(IJ/AG)