Lumajang (Humas) Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Hidayatullah, bersama Kepala KUA Kecamatan Gucialit, Muzammil, turut menghadiri Diseminasi Teknis Early Warning System (EWR) yang diselenggarakan di Hotel Papilio, Surabaya.Selasa(14/10/2015) Kegiatan ini diikuti oleh para Kasi Bimas Islam dan Kepala KUA se-Jawa Timur.
Acara yang berlangsung satu hari tersebut bertujuan untuk menyosialisasikan dan memperkuat implementasi sistem peringatan dini (EWR) dalam lingkup tugas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Sistem ini dirancang sebagai alat bantu dalam mendeteksi serta mengantisipasi potensi masalah sosial dan keagamaan di masyarakat.
Kegiatan diikuti oleh 38 Kasi Bimas Islam dari berbagai kabupaten/kota serta 19 Kepala KUA perwakilan daerah, termasuk dari Kabupaten Lumajang.
Pembukaan dan Materi Utama
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Kabid Urais) Kanwil Kemenag Jawa Timur, Dr. Munir, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran EWR dalam memperkuat deteksi dini terhadap potensi konflik dan isu keagamaan.
“Early Warning System bukan hanya alat pelaporan, tetapi menjadi sistem strategis dalam menjaga kondusivitas dan kerukunan umat beragama. EWR akan efektif bila diimplementasikan dengan kolaborasi dan kesadaran penuh dari setiap pejabat KUA dan Bimas Islam,” tegas Dr. Munir.
Sementara itu, Dr. Wildan Hasan Syadzili, Kepala Subdirektorat Kelembagaan pada Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI, tampil sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menjelaskan secara teknis langkah-langkah penerapan EWR, manfaat yang dihasilkan, serta strategi dalam menghadapi isu-isu keagamaan berbasis data dan analisis dini.
Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Kasi Bimas Islam Kabupaten Lumajang, Hidayatullah, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, diseminasi EWR menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dalam penguatan moderasi beragama dan pencegahan konflik di tingkat akar rumput.
“Melalui EWR, kita dapat lebih cepat mendeteksi potensi masalah sosial dan keagamaan di masyarakat. Dengan begitu, langkah antisipatif bisa segera dilakukan sebelum persoalan berkembang,” ujarnya.
Kehadiran para Kasi Bimas Islam dan Kepala KUA di kegiatan ini menunjukkan komitmen Kementerian Agama Jawa Timur dalam meningkatkan kapasitas dan responsivitas aparatur di bidang pelayanan keagamaan.
Diseminasi Teknis EWR diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pusat dan daerah dalam menciptakan kerukunan, kedamaian, dan ketertiban umat beragama di Jawa Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *