

Lumajang (Humas) Tim gabungan dari ZAWA Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Lumajang dan Lembaga Falakiyah (LF) PCNU Kabupaten Lumajang melaksanakan pemantauan hilal (rukyatul hilal) penentuan awal Ramadhan 1447 H di Area Weapon Range (AWR) Pandanwangi, Kunir, Selasa (17/02/2026).
Berdasarkan data hisab yang dihimpun dari BMKG dan PCNU, posisi bulan pada petang ini secara teknis memang sangat sulit untuk dirukyat. Berikut adalah rincian data astronomis di lokasi: Matahari Terbenam (Ghurub): 17:51:25 WIB,Bulan Terbenam: 17:51:27 WIB (Hanya berselang 2 detik),Elongasi: 01° 08′ 58,12”,Tinggi Hilal (Irtifa’ Haqiqi): -1° 08′ 26,35”
Kondisi cuaca di pesisir Pandanwangi terpantau kurang bersahabat dengan turunnya hujan gerimis dan mendung tebal. Faktor cuaca ini, ditambah dengan posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk (minus), menyebabkan hilal tidak terlihat.
Sesuai kriteria MABIMS, hilal minimal harus berada pada ketinggian 3° dengan elongasi 6,4° untuk dapat teramati. Sementara hasil hisab hari ini menunjukkan angka yang jauh di bawah kriteria tersebut.
Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) Kemenag Lumajang, Sriwanti, yang hadir memantau langsung prosesi ini, menyatakan bahwa meskipun secara teknis hilal tidak teramati di Lumajang, prosesi ini tetap merupakan bagian penting dari ibadah dan ketaatan pada prosedur.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan penuh kebahagiaan meskipun cuaca mendung dan hujan gerimis. Hasil pantauan ini segera kami laporkan. Terkait penentuan 1 Ramadhan 1447 H, kami mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar menunggu hasil Sidang Isbat resmi dari Kementerian Agama RI malam ini,” ungkapnya.
Kegiatan yang melibatkan para ahli falak dan pejabat setempat ini ditutup dengan doa bersama, menandai kesiapan umat muslim di Lumajang dalam menyambut bulan suci Ramadhan.