Lumajang (Humas) — Program INOVASI bersama Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar kegiatan Refleksi Dampak Pendampingan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Pelatihan IN 1 bagi kepala dan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Lumajang, Rabu (25/02/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Ma’had Putri MAN Lumajang mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
Kegiatan ini diikuti oleh 13 Kepala Madrasah dan 39 guru kelas dari 13 MI sasaran di Kecamatan Lumajang. Refleksi tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian implementasi KBC yang telah dilaksanakan sejak Januari 2026, meliputi sosialisasi, pengambilan data awal (baseline), pelatihan IN 1, serta pendampingan oleh fasilitator daerah.
Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang Edi Nanang sufyan Hadi menyampaikan apresiasi atas dukungan Program INOVASI dalam penguatan mutu pendidikan madrasah melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.
“Implementasi KBC bukan sekadar perubahan kurikulum, tetapi penguatan karakter dan nilai pada peserta didik. Kita ingin madrasah tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai spiritual, sosial, dan cinta tanah air,” ujarnya.
Kurikulum Berbasis Cinta diterapkan melalui penguatan panca cinta, yakni cinta kepada Allah dan Rasul, cinta diri, cinta sesama, cinta ilmu, cinta alam, dan cinta tanah air. Selain itu, KBC menekankan enam nilai utama, yaitu nilai spiritual, personal, sosial, ekologis, dan intelektual. Pendekatan yang digunakan berorientasi pada proses pembelajaran yang kolektif, kontekstual, dan sederhana, serta mendorong perubahan sistemik di lingkungan madrasah.
Sementara itu, perwakilan Program INOVASI M. Adri Budi S menyampaikan bahwa kegiatan refleksi ini bertujuan untuk melihat sejauh mana dampak pendampingan terhadap praktik pembelajaran di kelas serta ekosistem madrasah.
“Melalui refleksi ini, kita ingin memastikan praktik baik yang sudah berjalan dapat diperkuat dan direplikasi, sehingga implementasi KBC benar-benar memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu merumuskan langkah strategis untuk penguatan implementasi KBC di madrasah masing-masing, sekaligus memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Lumajang.(IJ/AG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *