Lumajang (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lumajang, didampingi Kasubbag Tata Usaha (TU), menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Lingkungan Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (9-10/1/2026), bertempat di Parai Beach Resort Telengria, Pacitan.

Rakerwil ini menjadi agenda strategis bagi jajaran Kemenag di Jawa Timur untuk menyelaraskan program kerja tahunan serta mengevaluasi capaian kinerja tahun sebelumnya. Fokus utama dalam pertemuan kali ini meliputi penguatan moderasi beragama, transformasi layanan digital, serta peningkatan kualitas pendidikan keagamaan.

Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, menekankan pentingnya pemahaman visi-misi serta tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan. Sementara itu, Kabag TU Kanwil Kemenag Jatim, Syaikhul Hadi, menjelaskan bahwa Rakerwil bertujuan mengevaluasi kinerja 2025, menyusun program 2026, serta menandatangani Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas.

Kepala Kemenag Lumajang menyampaikan bahwa kehadiran dalam forum ini sangat krusial untuk memastikan program kerja di tingkat kabupaten sejalan dengan visi misi Kemenag RI dan Kantor Wilayah Jatim.
“Kami hadir untuk memperkuat sinergi dan memastikan arah kebijakan di tahun 2026 dapat terimplementasi dengan baik, khususnya dalam memberikan pelayanan prima bagi masyarakat di Lumajang,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Kegiatan bertema “Penguatan Core Bisnis dalam Rangka Mewujudkan Asta Protas Kementerian Agama untuk Mempersiapkan Umat Masa Depan” ini diharapkan menjadi momentum sinergi dan penyelarasan program antara pusat dan daerah.

Acara yang digelar di pesisir pantai Pacitan ini diikuti oleh seluruh Kepala Kantor Kemenag serta Kasubbag TU dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Selain agenda rapat pleno, kegiatan ini juga menjadi sarana koordinasi intensif guna memetakan tantangan layanan keagamaan di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *